
“Kedepan, pemerintah akan mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi daerah,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Rudi Hartono selaku nelayan Sungaiselan mengaku terbantu dengan adanya dermaga bongkar muat ini karena selama ini hanya menggunakan kayu dan pengangkutan dilakukan secara manual.
“Dulu dermaga ini kayu semua dan kita ngangkut barangnya pakai katrol ditarik manual. Alhamdulillah, pemerintah kita peduli kepada nelayan. Kami akan jaga dermaga ini,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, dermaga ini menambah penghasilan nelayan lewat koperasi hingga Rp500 ribu yang mana penghasilan itu didapatkan dari jasa angkut hasil hasil tangkapan Rp25 ribu per fiber.
“Yang makai pelabuhan tangkap ini bisa 15-30 kapal sehari dan bisa mengangkut fiber hasil tangkap minimal 1 kapal 1 fiber yang mana kami tarifkan 25 ribu per fiber dan masuk ke koperasi nelayan guna operasional crane dan pelabuhan bongkar muat, ” ujarnya.
Pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Bangka Tengah yang peduli dengan nelayan Bangka Tengah.