
“Kami dari Pemuda Muhamadiyah tentu mengecam aksi pembakaran salinan quran oleh Ramus Paludan di Swedia. Namun kita jangan sampai terprovokasi dan malah membuat kita bergejolak,” ucapnya kepada intrik.id.
Ari menilai, gejolak umat muslim pasti sangat luar biasa mengecam aksi tersebut, namun pengecaman dan protes harus ditunjukan dengan cara-cara yang elegan.
“Gejolak sudah pasti. Namu kerukunan antar umat beragama, toleransi dan Kebhinekaan harus terjaga dengan baik. Muhamadiyah punya prinsip dan ketegasannya,” tegasnya.
“Kita bisa protes dan juga marah dengan cara-cara yang sudah diajarkan Rasulullah,” lanjutnya.