
Ia juga mengatakan, jika selama jadi pengurus kelenteng tak pernah ada cibiran ataupun omongan dari masyarakat muslim ataupun Tionghoa.
“Saya selama ini kerja senang-senang saja. Gak ada cibiran dari masyarakat muslim maupun Tionghoa. Itulah besarnya toleransi di Koba ini. Ini harus dicontoh di daerah lain, ” tegasnya.
Pria 41 tahun itu juga menyebutkan, Bangka Tengah adalah daerah yang memiliki rasa toleransi luar biasa dan tak pernah permasalahkan ras atau agama seseorang.