
Meski begitu, tumbuhan tersebut hanya dimanfaatkan oleh warga lokal setempat. Tidak diproduksi secara komersial secara besar-besaran karena dikhawatirkan nanti akan punah.
Ia pun berharap ke depan pemerintah bisa melestarikan tumbuhan humbut langkap. Selain bermanfaat untuk tanaman pangan juga berfungsi untuk menyimpan cadangan air.
Humbut langkap adalah tunas muda dari pohon langkap, sejenis tanaman palem yang tumbuh liar di hutan-hutan Kalimantan, termasuk di hutan Majeti Banjar. Bagian yang dikonsumsi adalah batang muda atau tunas yang lembut, biasanya berwarna putih atau krem, yang berada di bagian dalam batang pohon.
Tunas ini mirip dengan sayuran pucuk dari pohon palem lainnya seperti aren atau sagu, dan sering digunakan dalam masakan tradisional.
Di masyarakat Banjar, humbut langkap sering digunakan sebagai sayuran atau bahan tambahan dalam berbagai hidangan. Namun, manfaatnya tidak hanya sebatas sebagai bahan makanan, tetapi juga sebagai ramuan herbal dengan khasiat kesehatan.
Sebagai bagian dari tumbuhan liar yang tumbuh secara alami di hutan, humbut langkap dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan yang menjadikannya berharga dalam pengobatan tradisional.
Humbut langkap mengandung berbagai nutrisi penting yang diperlukan tubuh. Sebagai sayuran alami, humbut ini kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang membantu mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Konsumsi humbut langkap secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan dengan akses terbatas ke sayuran komersial.
Beberapa kandungan nutrisi penting yang ditemukan dalam humbut langkap meliputi:
Salah satu manfaat utama dari humbut langkap adalah kandungan seratnya yang tinggi. Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan karena membantu proses pembuangan limbah dari tubuh. Dengan mengonsumsi humbut langkap secara teratur, risiko masalah pencernaan seperti sembelit dapat dikurangi.