
BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Mungkin publik masih mengetahui saat ini pihak Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Bangka terus mendalami dugaan penyelewengan BBM bersubsidi nelayan. Untuk mengungkap perbuatan melawan hukum pihak Kejari Bangka sudah meminta keterangan sejumlah pihak terkait.
Menarik untuk ditelusuri seperti apa dugaan penyelewengan BBM yang terjadi, Redaksi INTRIK.ID menemui narasumber Internal. Hasil dari wawancara dengan narasumber Internal ditemui fakta mengejutkan. Ternyata selama ini untuk kebutuhan BBM bersubsidi nelayan jenis Solar berdasarkan rekomendasi sesuai fakta, 3 SPBN Sungailiat BBM jenis solar kelebihan stok.
Berdasarkan keterangan narasumber Internal kelebihan stok tersebut akibat diperketatnya pemberian rekomendasi. Kondisi ini dampak dari penanganan dugaan Penyelewengan BBM bersubsidi nelayan oleh pihak kejari Bangka.
“Dampak dari penanganan dugaan Penyelewengan BBM bersubsidi nelayan jenis solar oleh pihak Kejari Bangka. Pemberian rekomendasi untuk mengambil BBM bersubsidi nelayan diperketat. Data rekomendasi pada bulan November 2025 jumlahnya sebanyak 687 rekomendasi. Setelah dilakukan validasi sesuai fakta lapangan yang layak menerima rekomendasi hanya 563 rekomendasi untuk tiga SPBN, jadi ada sekitar 124 rekomendasi yang tidak sesuai fakta lapangan,” kata Narasumber Internal, Senin ( 5/1/2026).
Lebih lanjut narasumber Internal menyebutkan ratusan rekomendasi yang tidak sesuai fakta itu berdasarkan validasi dari bulan November – Desember 2025.
“Hasil validasi fakta lapangan dari data rekomendasi bulan November 2025 sebanyak 687 , setelah dilakukan pemeriksaan yang layak menerima rekomendasi 563. Jadi 124 rekomendasi pada bulan November itu sangat layak untuk dipertanyakan sampai keluar rekomendasinya?,” ungkap sumber internal.
Bukan hanya soal rekomendasi yang tidak layak diterbitkan, narasumber Internal menyampaikan dampak dari validasi rekomendasi beberapa SPBN di Sungailiat mengalami kelebihan stok BBM jenis solar.
“Jadi setelah diperketat pemberian rekomendasi tiga SPBN di Sungailiat pada bulan Desember 2025 kelebihan stok BBM bersubsidi nelayan jenis solar. Kita sebut saja SPBN 1 kelebihan stok 35 ton , SPBN 2 kelebihan stok 40 ton, SPBN 3 kelebihan stok 17 ton . Total kelebihan stok BBM jenis solar dari tiga SPBN itu bulan Desember 2025 lebih kurang 92 ton. Nah muncul pertanyaan mau dikemanakan kelebihan stok BBM jenis solar itu? Mau buat rekom fiktif sudah tentu bermasalah dan pihak berwenang tidak mungkin berani, apalagi kondisi saat ini pihak kejaksaan terus mendalami dugaan penyelewengan BBM bersubsidi nelayan,”jelasnya.
Menyambung keterangannya mengenai
Kelebihan stok BBM bersubsidi nelayan jenis solar, narasumber Internal juga menyampaikan dari jumlah stok BBM jenis solar masuk di tiga SPBN bulan Desember 2025.
“Rata – rata satu SPBN itu masuk solar seminggu 3 kali dengan jumlah tonase bervariasi. Untuk bulan Desember 2025 SPBN 1 lebih kurang 217 ton , SPBN 2 lebih kurang 146 ton, SPBN 3 lebih kurang 160 ton. nah pemakaian BBM solar berdasarkan rekomendasi yang sudah terverifikasi SPBN 1 Sebanyak 182 ton, SPBN 1 Sebanyak 106 ton, SPBN 3 sebanyak 143 ton. Dapat dibayangkan pada bulan Januari 2025 sampai November 2025 kalau rekomendasi tidak layak terbit sebanyak 124 itu BBM bersubsidinya dikeluarkan, kemana minyak tersebut? Kalau dijual keluar sudah tentu pihak yang bermain meraup keuntungan besar, namun program BBM bersubsidi nelayan dirugikan,” tutupnya.