
Nurviyanti Cholid, S. Sos. I., M. Pd. I
Dosen BKI FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Di bawah hamparan langit pagi, sebuah lapangan upacara sesungguhnya bukan sekadar hamparan rumput atau semen tempat ratusan fisik manusia berbaris. Dalam kacamata psikologi perkembangan dan bimbingan konseling, lapangan upacara adalah sebuah laboratorium makro pembentukan karakter. Di sinilah ego pribadi diuji, dan di sinilah kualitas kontrol diri (self-regulation) seorang individu terlihat dengan sangat telanjang.
Namun, fenomena di lapangan sering kali berbicara lain. Di antara kekhidmatan lagu kebangsaan, masih ada bisikan-bisikan kecil, tawa yang disembunyikan di balik pundak teman, atau tubuh yang gelisah bergerak tanpa arah. Mengapa perilaku maladaptif (kurang selaras) ini masih terjadi?
Dalam dunia konseling, kita mengenal konsep presence—kehadiran secara utuh, baik fisik, pikiran, maupun emosi. Ketika seorang peserta upacara main-main, mengobrol, atau sibuk dengan dunianya sendiri, mereka sedang mengalami disconnection (pemutusan hubungan) dengan realitas saat ini.