Menemukan Kembali “Presence” di Lapangan Upacara: Refleksi Psikologis dan Kontrol Diri dalam Bingkai Kebangkitan Nasional

    Nurviyanti Cholid, S. Sos. I., M. Pd. I

    Secara psikologis, ketidakmampuan untuk berdiri tenang selama 45 menit menunjukkan rendahnya mindfulness (kesadaran penuh). Padahal, momen mengheningkan cipta atau mendengarkan amanat adalah momentum emas untuk melakukan refleksi diri (self-reflection).

    Ketika pikiran kita melayang atau tangan kita usil menyenggol teman saat bendera dinaikkan, kita sedang kalah oleh impuls diri sendiri. Kita gagal mengelola kecemasan akan rasa bosan, dan memilih pelarian instan berupa candaan yang merusak kekhidmatan orang lain.

    2. Upacara sebagai Cermin Kontrol Diri (Self-Regulation)

    Bimbingan dan Konseling selalu menekankan pentingnya kemandirian dan kontrol diri. Berdiri tegak dalam barisan, menahan ego untuk tidak berbicara, dan memfokuskan pandangan pada satu titik (bendera) adalah bentuk latihan regulasi emosi dan perilaku yang sangat tinggi tingkatannya.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook