
Sesungguhnya penghinaan-penghinaan serta diskriminasi (terutama sering menimpa kaum muslim) yang terjadi karena sistem kapitalisme yang dianut negeri ini. Dimana sistem kapitalisme memberikan hak kebebasan berpendapat, kebebasan berprilaku. Manusia diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu walaupun merugikan orang lain. Ketika ada yang melapor baru diusut. Itupun setengah hati. Hukumannyapun tidak memberikan efek jera.
Selain itu kita harus waspada terhadap moderasi beragama ini. Karena pada faktanya moderasi agama merupakan bagian dari strategi politik luar negeri barat dari negeri-negeri barat, khususnya Amerika Serikat dan sekutunya. Dalam hal ini AS dan sekutu-sekutunya meyakini bahwa ajaran Islam murni dan kaffah akan mengganggu kepentingan mereka didunia Islam. Oleh karena itu, Barat menggagas proyek moderasi agama yang ditujukan untuk mengubah sudut pandang kaum muslim agar mau menerima ide dan pemikiran barat, khususnya demokrasi dan kebebasan serta paham keagamaan Islam yang sesuai dengan nilai-nilai barat.
Moderasi agama digunakan untuk menghalang-halangi umat Islam kembali kedalam agamanya secara murni serta mengamalkan syariah Islam Kaffah. Jadi jelaslah tujuan moderasi agama bukanlah murni untuk mewujudkan kedamaian tapi digunakan sebagai wadah untuk menyerang ajaran Islam.
Padahal jelas Islam tidak mengenal istilah Islam moderat. Islam hanya satu, yaitu agama (a-in) yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, dirinya dan sesamanya. Dengan demikin Islam bukan hanya mengatur masalah akidah, Ibadah dan akhlak tetapi juga mengatur masalah ekonomi, pemerintahan, social, pendidikan, peradilan dan sanksi hukum serta politik luar negeri. Inilah yang dimaksud Islam Kaffah. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah: 208 yang artinya Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruhan (kaffah) dan janganlah kalian turut langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian.
Karena itu sebagai umat Islam sudah selayaknya kita menjalankan ajaran agama kita sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya. Bukan mengikuti selera barat dan kepentingan – kepentingan yang tidak sesuai dengan Syariat Allah.