
INTRIK.ID, BABEL – Di tengah maraknya pengaruh negatif yang mengintai generasi muda, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung memilih turun langsung ke masyarakat untuk membekali remaja dengan pola pikir positif dan kemampuan menyikapi pergaulan secara bijak.
Melalui kegiatan pembinaan bertema “Meningkatkan Pola Pikir Anak Remaja dalam Menyikapi Pergaulan Bebas”, mahasiswa KPI menggelar edukasi bagi remaja di lingkungan UPT Rusunawa Kota Pangkalpinang, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan menghadirkan Habib Dzaky Jamalullail sebagai pemateri yang mengajak para peserta untuk tidak hanya mampu bergaul dengan banyak orang, tetapi juga memiliki kemampuan menyaring berbagai pengaruh yang datang dari lingkungan sekitar.
Menurut Habib Dzaky, masa remaja merupakan fase penting yang akan menentukan arah kehidupan seseorang di masa depan. Karena itu, kemampuan mengambil keputusan dan memegang teguh prinsip hidup menjadi hal yang sangat penting.
“Pergaulan boleh luas, tetapi nilai dan prinsip hidup harus tetap kuat. Jadilah generasi yang mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan, bukan generasi yang mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang merugikan,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, banyak persoalan yang dihadapi remaja berawal dari keputusan-keputusan kecil yang dianggap sepele. Oleh sebab itu, remaja perlu memperkuat nilai agama, menjaga hubungan baik dengan keluarga, serta aktif mengikuti kegiatan yang bermanfaat.
“Isi waktu dengan hal-hal positif seperti belajar, berorganisasi, olahraga, maupun kegiatan keagamaan. Aktivitas seperti itu akan membantu membentuk karakter dan menghindarkan kita dari pergaulan yang tidak sehat,” tambahnya.
Suasana pembinaan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pertemanan maupun media sosial.
Perwakilan pengelola UPT Rusunawa, Sulis, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberikan ruang diskusi sekaligus motivasi bagi para remaja.
“Kami berharap materi yang disampaikan hari ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi langsung dari mata kuliah Event Management yang diampu oleh dosen KPI IAIN SAS Bangka Belitung, Yera Yulista.
Yera menilai mahasiswa berhasil menerapkan teori yang dipelajari di kampus menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi upaya mahasiswa yang mampu menerapkan teori manajemen acara secara utuh mulai dari perencanaan, penyusunan konsep, pelaksanaan hingga evaluasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini membuktikan bahwa ilmu komunikasi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak positif, terutama dalam membangun karakter generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPI IAIN SAS Bangka Belitung tidak hanya belajar mengelola sebuah acara, tetapi juga turut berkontribusi membangun kesadaran remaja agar memiliki pola pikir yang lebih positif, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. (*)