
“Masyarakat melayu merupakan bagian dari intergral bangsa Indonesia yang memiliki tanggungjawab untuk melakukan pembinaan, pemeliharaan dan pemberdayaan dalam menjaga sistem ketahanan budaya nasional untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara, oleh karena itu diperlukan wadah untuk masyarakat yang berbahasa dan berbudaya melayu di rumpun melayu,” terangnya.
Diketahui, MABMI sendiri lahir pada 18 juni 1971 di Medan bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat melayu yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dengan melakukan berbagai usaha dan kegiatan untuk mencapai suatu cita-cita mulia, menjalin kerjasama dengan organisasi sosial lainnya dalam kehidupan berbudaya, beragama, berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan pendidikan kesehatan ekonomi dan sosial budaya masyarakat melayu untuk disumbangkan kepada kepentingan nasional. (*/red)