
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk PT Timah, dalam mendukung upaya pencegahan narkoba melalui pendekatan edukatif dan keagamaan.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menekankan bahwa penanganan masalah narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan spiritual dan edukasi.
“Melalui lomba Da’i dan Da’iyah ini, pesan bahaya narkoba dapat disampaikan dengan bahasa agama yang lebih menyentuh hati masyarakat, khususnya generasi muda. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan memiliki daya tahan terhadap narkoba,” ujarnya.
Kepala BNN Provinsi Bangka Belitung, Eko Kristianto, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti 252 peserta dan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda sebagai agen perubahan dalam mewujudkan Bangka Belitung bersih dari narkoba.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk PT Timah, sangat penting dalam memperkuat gerakan pencegahan narkoba di masyarakat.