LKSA Tertua di Pulau Bangka Dibukukan

    Foto: Rusydi Sulaiman bersama dengan Bupati Bangka dan pengurus LKSA Al-Kautsar Sungailiat saat meresmikan buku Al-Kautsar Hadir untuk Kemanusiaan. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA — Madania Center Bangka Belitung buku tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Kautsar Sungailiat, Jumat (10/3/2023).

    Buku yang berjudul ‘Al-Kautsar Hadir untuk Kemanusiaan’ itu mengulas sejarah berdirinya LKSA tertua di Pulau Bangka yang digagas oleh Bupati Bangka periode 1993-1998, H. Buatan Chalik.

    Direktur Madania Center Babel, Rusydi Sulaiman mengatakan, LKSA Al-Kautsar Sungailiat bukan sekedar lembaga penitipan anak yatim piatu dan anak miskin saja tapi ada semangat untuk mengangkat harkat kemanusiaan yang dimarjinalkan orang selama ini.

    “Al-Kautsar ini adalah LKSA tertua dan tidak meminta kemana-mana demi menjaga integritasnya, maka kami semangat untuk menggali sejarah Al-Kautsar,” ungkapnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia mengatakan adanya buku yang ditulis olehnya serta Endang Kusniati, Amrullah dan Akhmad Faisal, hingga Muhammad Rofiq Anwar sebagai editor ini bertujuan mengangkat sejarah Al-Kautsar agar tidak dilupakan oleh masyarakat.

    “Buku sederhana ini bisa dibaca, selain memahami sejarahnya, juga belajar dari manajemen pengelolaannya sebagai khazanah dan perbandingan,” jelasnya.

    “Al-Kautsar menjadi role model bagi LKSA lainnya di Kabupaten Bangka dan Bangka Belitung karena memiliki manajemen yang kuat dan mampu melahirkan generasi berkualitas,” tambah Rusydi.

    Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan mengapresiasi atas peluncuran buku tersebut. Menurutnya, hal ini sebagai salah satu upaya agar sejarah LKSA Al-Kautsar ini tidak hilang.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatiannya kepada anak-anak kita, khususnya kepada Madania Center Bangka Belitung yang telah mengangkat sejarah LKSA Al-Kautsar ini,” ucap Mulkan.

    Hal demikian, kata Mulkan sesuai Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

    “Mari kita bersama-sama memberikan perhatian khusus atau ekstra kepada anak-anak ini, sama halnya dengan anak-anak lainnya yang masih memiliki orang tua,” ajaknya.

    Namun demikian, kata Mulkan, untuk membimbing atau membina tidaklah mudah. Pasalnya, anak-anak tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

    “Terutama mengenai tingkah laku. Karena berbeda dengan anak-anak yang memiliki orang tua,” tandasnya. (Adv)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

    Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

    Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

    Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

    Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

    Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

    Seluruh Camat dan 15 Lurah Diganti, Bupati Bangka: Bukan Dibuang

    Seluruh Camat dan 15 Lurah Diganti, Bupati Bangka: Bukan Dibuang

    Formanpis Minta Pihak Berwenang Tertibkan, Aktivitas TI Rajuk di Dalam Alur Muara Air Kantung

    Formanpis Minta Pihak Berwenang Tertibkan, Aktivitas TI Rajuk di Dalam Alur Muara Air Kantung

      Ikuti kami di Facebook