
Oleh Ratna A.R, S.Pd
(Pengajar dan Aktivis Dakwah)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi direncanakan bertemu dengan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (8/10/2023) malam. Seperti diketahui, Syahrul Yasin Limpo mundur dari jabatan mentan karena ingin fokus dengan kasus hukum yang menimpa dirinya. Seperti diketahui, Syahrul dikabarkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).
Namun, KPK sejauh ini belum mengumumkan secara resmi soal penetapan tersangka terhadap Syahrul Yasin Limpo. Sebab KPK masih melakukan proses analisis terhadap barang bukti yang disita saat penggeledahan di rumah dinas maupun di Kantor Kementan. Sedangkan kabar penetapan Syahrul Yasin Limpo sebagai tersangka korupsi ini sebenarnya sudah diamini oleh sumber Liputan6.com di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Liputan6.com, 12/10/2023).
Dalam beberapa hari terakhir, KPK menggeledah rumah dinas Syahrul dan beberapa pejabat di kementeriannya. KPK menyebut telah mendengarkan setidaknya keterangan 49 pejabat Kementerian Pertanian terkait perkara ini. Meski status Syahrul dalam kasus ini belum terang-benderang, dia telah mengundurkan diri dari kursi menteri. Selain Syahrul, menteri lain yang terjerat kasus korupsi selama dua periode pemerintahan Jokowi adalah Idrus Marham, Imam Nahrawi, Edhy Prabowo, Juliari Batubara, dan Johnny G. Plate. Seluruh nama itu telah divonis bersalah, kecuali Johnny yang masih menjalani proses pengadilan dalam perkara suap proyek infrastruktur telekomunikasi. (bbc.com, 12/10/2023).
Ironi di negeri yang kaya Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia ini terdapat kasus korupsi lagi. Kasus ini tak kunjung usai sepanjang roda kehidupan masih seperti ini. Kenapa bisa terjadi? Apakah tidak menjerakan hukumnya? Atau ada hal lainnya?
Pemberantasan Korupsi Hanya Ilusi
Kembali dugaan korupsi terjadi di jajaran Menteri. Kasus ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi di negeri ini hanya ilusi. Pembentukan KPK nyatanya tidak mampu menghentikan kasus korupsi yang kian terulang kembali. Apalagi dengan adanya berbagai pelanggaran yang terjadi di kementerian ini. Maka Gerakan Selmatkan Negeri (GSN) berharap semua pihak mendukun penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Upaya memberantas korupsi di Indonedia secara professional, transparan, dan akuntabel. (antaranews.com, 12/10/2023).
KPK kini sulit menyelamatkan negeri dari kasus korupsi. Kini Lembaga maupun kelompok elit memiliki akses mudah menghabisi uang rakyat dengan korupsi. Mereka membuat program seakan untuk rakyat tapi tidak pas sasaran. Contohnya telah terjadi antara lain:
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny Gerard Plate serta eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo masing-masing diduga terlibat korupsi proyek pengadaan BTS 4G dan rasuah di Kementerian Pertanian. (nasional.kompas.com, 12/10/2023).
Juliari Batubara menjadi salah satu menteri di era Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Ia terbukti menerima suap dalam pengadaan paket bansos Covid-19 wilayah Jabodetabek 2020 sebesar Rp 32,48 miliar.