
Suami korban, Prakoso mengatakan bahwa istrinya adalah korban salah sasaran dari peristiwa penyiraman air keras.
“Kejadiannya itu malam hari, ada orang mengetuk pintu lalu istri saya buka. Saat pintu terbuka pelaku langsung menyiram air keras kepada istri saya. Setelah diusut ternyata para pelaku mengaku salah sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, istrinya memerlukan beberapa kali operasi besar untuk memperbaiki jaringan kulit yang telah rusak karena siraman air keras.
Dirinya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT Timah yang sudah membantu meringankan biaya pengobatan untuk istrinya.