
“Disini ada perbuatan melawan hukum yakni tidak dipenuhinya kebun sawit plasma dari 8 Desa. Hari ini sidang pertama karena pihak kementerian BPN/ATR tidak hadir yang hadir pihak PT. GML , maka akan ada pemanggilan kedua kepada pihak BPN/ATR. Secara undang – undang kita gugat 20% kebun plasma. Sebelumnya kita sudah lakukan somasi dan tidak ditanggapi pihak PT. GML,” kata koriyanto.
Masih dalam kutipan pemberitaan INTRIK.ID ( 4/4/2025 ) Menyikapi pernyataan penggugat, kuasa hukum PT. GML Nina Ikbal mengatakan pihaknya akan mengungkapkan fakta sebenarnya di meja persidangan.
“Terkait pernyataan penggugat kami dari kuasa hukum PT. GML sebagai warga negara sesuai hukum berlaku. Kami menerima undangan gugatan kami datang dan siap mengikuti proses. Untuk permasalahan yang namanya kewajiban terkait dengan kebun plasma, biar nanti kami akan mengungkapkan di meja persidangan. Ini masih tahap awal gugatan belum dibaca , sidang ditunda dua Minggu,” terangnya.