

Saat ini, untuk mencukupi kebutuhan BBM nelayan itu pihaknya harus mengurangi jatah nelayan lainnya agar bisa mendapatkan semua.
“Selama ini kita ambil dari nelayan lainnya, misalnya ada yang harusnya dapat 1 ton kita kurangi jadi 800, ada juga yang 700. Ini kita lakukan agar bisa diberikan ke (nelayan) penambahan baru karena undangan-undang pelayaran baru itu ketika ada kapal, kita tidak boleh menolak,” terangnya.
