Kapolres Bangka : Soal Peristiwa Teluk Kelabat, Kita Masih Menunggu Laporan Kedua Belah Pihak

BANGKA.INTRIK.ID – Soal peristiwa Teluk Kelabat Polres Bangka masih menunggu laporan resmi dari kedua belah pihak, baik penambang maupun nelayan menjadi korban.

Dari keterangan resminya Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan mebgatakan, Pihak Polres Bangka baru menerima laporan resmi korban dari pihak penambang, termasuk pemilik rumah yang dibakar. Sedangkan dari pihak nelayan yang menjadi korban belum membuat laporan polisi.

Demikian disampaikan Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan, soal kejadian ricuh antara penambang dan nelayan Teluk Kelabat, Kecamatan Belinyu, Senin (3/5/2021) malam di Polres Bangka.

“Terkait peristiwa kisruh antara penambang dan nelayan teluk kelabat, Sampai sekarang kita masih menunggu pihak korban dari nelayan buat laporan. kita baru terima laporan dari koran pihak penambamg termasuk rumahnya dibakar. Untuk korban matanya bengkak kita juga belum ada laporan resmi katanya itu dari pihak nelayan,” kata Widi Haryawan.

Space Iklan/0853-1197-2121

Pemberitaan sebelumnya, Satu unit rumah berdiri diatas lahan Pemdes Pangkalniur, Kecamatan Riau Silip dibakar warga. Kejadian dipicu aksi damai nelayan setempat, Sabtu ( 1/5/2021) siang diperairan laut Teluk Kelabat.

Aksi damai dilakukan lantaran nelayan kesal terhadap aktifitas penambangan diperairan Teluk Kelabat masih berlangsung. Diketahui aksi damai itu berujung ricuh antara nelayan dan para penambang, sejumlah nelayan mengalami luka.

Camat Riau Silip Lingga Pranata membenarkan adanya peristiwa pembakaran rumah tersebut.

“Awal mula pemicu pembakaran rumah itu, usai aksi damai digelar nelayan Teluk Kelabat agar penambang timah diperairan Tanjung Sunur dan sekitarnya ( Teluk Kelabat – red ) segera dihentikan. Namun saat aksi damai terjadi ricuh antara nelayan dan pihak penambang, hingga beberapa nelayan mengalami luka,” ungkap Lingga Pranata, Sabtu ( 1/5/2021) malam.

Space Iklan/0853-1197-2121

Warga membakar rumah dimaksud karena sering dipakai pihak penambang berkumpul.

“Rumah itu milik APN ( 67 ), yang bersangkutan ini meminta izin pihak desa untuk mendirikan rumah karena lahan tersebut milik Pemdes Pangkalniur. Nah dari keterangan pihak desa boleh mendirikan rumah asal ada syaratnya, salah satu tidak boleh menanam tanaman keras seperti sawit. Akan tetapi bersangkutan menanam tanaman keras, Pemdes Pangkalniur sudah memperingati beberapa kali,” terangnya.

APN menempati rumah itu bersama anaknya, yang bekerja di bagian manajemen aktivitas Penambangan Teluk Kelabat.

“Pemilik rumah dibakar itu ( APN – red ) tinggal bersama anaknya, dimana anak APN warga Simpang Belinyu bekerja di pos pam aktifitas tambang Teluk Kelabat. Rumah itu sering digunakan para penambang Teluk Kelabat berkumpul, mungkin hal ini memicu warga membakar rumah itu,” kata Lingga Pranata.

Sementara itu AG warga Desa Pangkalniur mengatakan, penyebab pembakaran rumah oleh warga dilatar belakang aksi damai nelayan.

“Pembakaran rumah itu spontan oleh warga, tidak pakai diskusi apa pun. Pembakaran himbas dari pemukulan terhadap nelayan saat aksi damai di Teluk Kelabat,” pungkasnya.

Mungkin Suka Ini juga:
Danlanal Babel Disematkan Sebagai Dewan Pembina HNSI

Danlanal Babel Disematkan Sebagai Dewan Pembina HNSI

Breaking News ! Tim Tabur Kejati Tangkap Marwan

Breaking News ! Tim Tabur Kejati Tangkap Marwan

Ramai Masyarakat Antrian BBM, Bambang Patijaya : Jangan Kawatir Stok Aman

Ramai Masyarakat Antrian BBM, Bambang Patijaya : Jangan Kawatir Stok Aman

Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Ikuti kami di Facebook