
“Awalnya kita mendapatkan keluhan dari nelayan pelabuhan Jelitik dan Parit Pekir. Mereka merasa aturan diterapkan tidak sama dalam mendapatkan Surat Rekomendasi Pembelian BBM (solar) di SPDN/SPBUN yang ada di Kabupaten Bangka, dimana untuk SPDN/SPBUN di area wilayah PPN Sungailiat harus memiliki SPB terlebih dahulu sedangkan di SPDN Rebo, Nelayan 2 dan Batu Dinding Belinyu tidak seperti itu. Nah kondisi ini patut menjadi catatan kami ada apa ini,” kata Suhendro, Jumat ( 16/12/2022) sore di Sungailiat.
Suhendro menyampaikan berdasarkan keluhan nelayan Parit Pekir ada perbedaan dalam sistem pengeluaran Surat Rekomendasi pembelian BBM (Solar) antara SPDN Rebo, Nelayan 2 dan Batu Dinding dengan SPDN di wilayah PPN Sungailiat.
“Menurut keterangan nelayan Parit Pekir Surat Rekomendasi Pembelian BBM (solar) untuk di wilayah PPN Sungailiat dikeluarkan sesuai dengan SPB yang telah dikeluarkan oleh Syahbandar, dimana sekarang satu SPB hanya mendapatkan satu kali Surat Rekomendasi, sedangkan di SPDN Rebo, Nelayan 2 banyak yang tidak memiliki SPB dan untuk Batu Dinding tidak ada SPB sama sekali. Pertanyaan saya kenapa aturan tidak diterapkan sama, nah kalau nelayan di SPDN Batu Dinding Belinyu itu bagaimana Surat Rekomendasi nya, Terus pengurusan SPB seperti apa,” ujarnya.
Menurut pentolan LSM KPMP Bangka itu, dirinya sudah menemui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka pertanyakan hal tersebut.
“Saya sudah bertemu Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka bapak Arman, dasar terbitnya rekom ambil BBM nelayan bagaimana. Keterangan dari Dinas Perikanan Kabupaten Bangka dari tanggal 14 Desember sampai dengan tanggal 10 November saja sudah keluar kurang lebih1000 SPB sebagai dasar pengeluaran Surat rekomendasi untuk kapal perikanan yang mendapatkan BBM (solar) di wilayah PPN Sungailiat, sedangkan untuk SPDN Rebo dan Nelayan 2 kurang lebih hanya 19 SPB saja. kuota BBM SPDN Rebo dan Nelayan 2 kurang lebih 80 Ton/bulan tiap SPDN. Kita tanya nelayan rebo kebanyakan pakai pertalite, gunakan mesin Tempel bukan Dompeng, kemana sisa BBM Solar sebanyak itu sedangkan SPB yang keluar dari Syahbandar hanya 19,” sebut Suhendro.