
BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Polemik sosial soal pertambangan timah rakyat seperti tidak ada habisnya, berbagai unsur menjadi pemicu munculnya problem sosial itu.
Seperti terjadi di Lingkungan Jalan Laut, Kelurahan Matras , aktivitas penambangan timah di wilayah setempat menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya suara berisik mesin tambang diduga mengganggu aktivitas belajar mengajar. Mengingat lokasi penambangan tidak jauh dari gedung Sekolah Dasar ( SD ).
Mendapat keluhan para guru , Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Lukman, S.pd merespon keluhan dimaksud. Merasa mendapat perlakuan sepihak, masyarakat penambang mengajak Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka berdiskusi.
Ajakkan diskusi dituangkan dalam surat undangan Tertanggal 17 Maret 2022 ditandatangani 3 kepala lingkungan, Lingkungan Jalan Laut, Air Hanyut, Kampung Pasir. Pelaksanaan diskusi Hari/ Tanggal : Jumat/ 18 Maret 2022, Tempat: Masjid Baitul Makmur, Jalan Laut, Jam : 13.30 s/d selesai.
Pantauan INTRIK.ID, Jumat ( 18/3/2022) sore ditempat pertemuan, Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka tidak hadir, Diwakili Ketua DPD HNSI Provinsi Babel Johan Murod. Dalam keterangannya mengatakan dicincang Sejuta saya tetap datang, Lukman tidak datang kesini dia takut.