Inspiratif, Anak Yatim 12 Tahun Asal Koba Kurban Kambing

    Foto: Eko saat menyerahkan kambing kurbannya.(Erwin/intrik)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Elloco Gunzales, bocah 12 tahun asal Koba, Bangka Tengah turut memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1443 H dengan berkurban kambing.

    Bocah pasangan Asih dan Herman (Almarhum) itu sudah mulai menabung uang sejak tahun lalu untuk membeli kambing agar bisa berkurban pada saat idul Adha.

    Eko sapaan akrabnya sengaja mengumpulkan uang dari hasil jualan barang bekas dan hasil sumbangan orang.

    “Saya juga bingung awalnya, kok anak umur segitu udah kepikiran mau berkurban. Tapi dari dulu dia memang pemikirannya kayak orang dewasa,” ungkap Asih, ibu Eko.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Keinginan anak sulungnya untuk berkurban diakuinya sangat tinggi. Ibu yang berprofesi sebagai pembuat kue itu bahkan sempat tak percaya, namun seiring waktu Eko berhasil menyakinkan nya.

    Satu ekor kambing seharga Rp3,5 juta berbadan sehat adalah bukti keseriusan Elloco Gunzales menunaikan niat berkurban yang sudah ia miliki sedari dulu.

    Bahkan Eko pergi sendiri ke tempat penjualan kambing untuk memilih dan membeli hewan kurbannya seminggu sebelum hari H.

    “Bahkan sebelum kambingnya diantar ke Musala Nur Qomariah di Padang Mulia tadi sore, malamnya juga masih dijagain sama dia,” lanjut ibu tiga anak itu.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sementara itu, Eko mengaku setelah mengumpulkan uang selama setahun namun masih belum cukup untuk membeli kambing.

    “Udah sekitar satu tahun lah ngumpulin uangnya. Kemarin juga sebenarnya uangnya kurang, terus ditambahin sama ibu dan didiskon juga dari penjual kambingnya,” ujar Eko.

    Ditempat lain, remaja 17 Tahun asal Koba juga turut menjadi inspirasi untuk masyarakat. Revo Riansyah atau disapa Revo, juga berkurban sapi di Masjid Jami Koba pada idul adha 1443 H ini.

    Revo saat dijumpai pihak intrik.id mengatakan, dirinya memang sudah berniat berkurban saat ayahnya meninggal tahun kemarin disaat masih menginjak kelas 2 SMA memang sudah berniat untuk berkurban.

    “Pas ayah meninggal tuh rasa hancur banget. Sedih dan haru. Pas dari situ aku memang nabung untuk kurban agar ayah punya tunggangan di surga dari kurban ini, ” ungkapnya.

    Ia juga menjelaskan, uang yang didapat adalah hasil dari kerjaan sampingan yang ia kerjakan sebagai MC dan juga beberapa pekerjaan lainnya.

    “Ini uang aku kumpulkan dari MC dam kerjaan sampingan lainnya yang aku lakukan sejak SMA. Tapi banyaknya ditambahin ibu dan kakak. Karena memang kami berniat berkurban untuk almarhum ayah dan juga ini inisiatif Revo. Intinya berkurban bukan tentang mampu finansial, tapi tentang bagaimana kita mampu dan komitmen mewujudkan apa yang kita cita-citakan,” tuturnya.(Erwin)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Abdul Wahab Bisa Tenang, Biaya Pengobatan Anaknya Ditanggung PT Timah

    Abdul Wahab Bisa Tenang, Biaya Pengobatan Anaknya Ditanggung PT Timah

    Desa Batu Belubang Darurat Narkoba, Kades Desak PT Timah dan Aparat Lakukan Sweeping di Area Tambang

    Desa Batu Belubang Darurat Narkoba, Kades Desak PT Timah dan Aparat Lakukan Sweeping di Area Tambang

    Camat Sungai Selan Kritik PT Timah: Jangan Sampai Rapat PPM Hanya Seremonial!

    Camat Sungai Selan Kritik PT Timah: Jangan Sampai Rapat PPM Hanya Seremonial!

    PT Timah dan Pemkab Bangka Tengah Sinkronkan RIPPM dengan RPJMD

    PT Timah dan Pemkab Bangka Tengah Sinkronkan RIPPM dengan RPJMD