Insomnia Yang Berpengaruh Terhadap Pola Hidup Remaja, Inilah Cara Mengatasinya

    Adanya beban pikiran tertentu atau tekanan dalam diri seseorang bisa menimbulkan stres. Stres inilah yang nantinya dapat mengaktifkan hormon-hormon stres yang dapat menimbulkan gejala sulit tidur pada manusia. Jam tidur yang buruk akan berdampak negatif pada pembelajaran, ingatan, dan kewaspadaan. Ini juga sangat berdampak terutama pada siswa yang masih duduk dibangku pelajar.

    Karena sangat terkait dengan gangguan psikologis dan fisik utama, termasuk peningkatan penyakit kejiwaan, penurunan produktivitas kerja dan kualitas hidup, serta potensi kematian, insomnia, terutama insomnia kronis, telah menjadi masalah bagi masyarakat umum. Insomnia dapat membuat fisik seseorang menjadi kurang fit, kurang fokus, dan lebih mudah lelah.

    Jenis-Jenis Insomnia Wajib Kalian Ketahui

    Berikut Ini Jenis-Jenis Insomnia Secara Umum:

    1. Insomnia Akut

    Insomnia jangka pendek atau akut merupakan kondisi mengalami sulit tidur dalam jangka waktu yang pendek. Biasanya muncul akibat situasi yang menyebabkan stres, misalnya vonis penyakit yang serius, kehilangan orang tercinta, danjuga  bisa disebabkan kehilangan suatu pekerjaan. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, terutama pada wanita.

    2. Insomnia Kronis

    Insomnia kronis adalah jenis insomnia dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu cirinya adalah kesulitan untuk tidur nyenyak lebih dari tiga hari seminggu atau bahkan lebih dari tiga bulan. Seseorang yang mengalami insomnia kronis, umumnya sudah mengalami sulit tidur dalam waktu yang cukup lama.

    Kondisi ini membuat orang tersebut tidak nyaman dan berdampak pada kesehatan. Penyebab insomnia kronis bisa seperti situasi yang menyebabkan stres, sering mimpi buruk, gangguan jiwa, pola tidur berantakan, serta penyakit atau masalah kesehatan yang berkaitan dengan otak dan saraf.

    Gejala Insomnia Apa Saja?

    • Kantuk di siang hari
    • Kelelahan umum/cepat lelah
    • Memiliki sifat lekas marah
    • Bermasalah dengan konsentrasi atau memori

    Apa Saja Faktor Risiko Insomnia?

    • Bagi seorang wanita dikarenakan karena wanita sering mengalami perubahan hormonal, terutama ketika memasuki siklus menstruasi atau menopause, sehingga berdampak pada siklus tidur
    • Untuk yang berusia 60 tahun ke atas, risiko insomnia dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia
    • Mempunyai pekerjaan yang menerapkan sistem shift terutama pada malam hari
    • Stres kehidupan yang signifikan seperti kehilangan pekerjaan, kematian orang, dan sebagainya

    Bagaimana Cara Mengatasi Insomnia?

    Cara mengatasi insomnia tergantung dari tingkat keparahan dan juga faktor penyebabnya. Apabila insomnia cenderung ringan dan baru bersifat akut, dokter akan menyarankan pasien untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

    1. Luangkan waktu untuk relaksasi

    Anda bisa mencoba berbagai metode relaksasi sebelum tidur, misalnya dengan melakukan yoga atau pilates. Aktivitas tersebut dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan, sehingga Anda pun akan mudah terlelap.

    Selain itu, beberapa aktivitas menenangkan, seperti membaca buku, mandi air hangat, dan mendengarkan musik dengan irama yang pelan juga dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak.

    2. Usahakan untuk terus berpikir positif

    Insomnia bisa lebih mudah dialami oleh orang yang sering cemas atau khawatir berlebihan. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu berpikir positif agar pikiran bisa lebih tenang. Anda pun bisa mencoba meditasi untuk menenangkan pikiran.

    Pages: 1 2 3
    Tagged with:
    InsomniaKesehatan
      Ikuti kami di Facebook