
Hal ini karena konsumsi makanan pedas yang berlebihan bisa menyebabkan wasir sampai fisura anus. Pembuluh darah bisa mengalami peradangan yang rentan dengan robek.
Hal ini tentu membuat seseorang berdarah saat melakukan BAB ketika sembelit atau diare. Diare juga bisa menjadi akibat sering konsumsi makanan pedas. Pencernaan pada seseorang tidak bisa mentolerir kandungan capsaicin pada cabai, paprika, atau bumbu pedas lainnya.
Gluten merupakan nama yang terdapat untuk protein dalam gandum, rye, barley, sampai triticale. Kandungan gluten berkaitan dengan beberapa kondisi seperti penyakit celiac, alergi gandum, sampai sensitivitas gluten non celiac.
Penyakit celiac dapat melibatkan respon imun sehingga termasuk dalam penyakit autoimun. Hal ini bisa mengakibatkan seseorang yang terjangkit penyakit tersebut akan menyebabkan kerusakan serius pada sistem pencernaan.
Sehingga gluten bisa menyebabkan BAB berdarah jika Anda termasuk pengidap penyakit celiac. Maka dari itu, perlu untuk menjauhi makanan yang mengandung gluten. Beberapa makanan mengandung gluten seperti roti, sereal, spaghetti, sampai biskuit.
Makanan penyebab BAB berdarah yang umum selanjutnya yaitu susu dan berbagai olahannya. Sebesar 65% populasi manusia mengalami kesulitan pencernaan laktosa.
Laktosa merupakan gula yang terdapat pada susu dan produk olahannya. Nantinya laktosa akan dipecah oleh enzim laktase supaya terserap ke dalam tubuh dengan baik.
Tetapi, apabila enzim laktase dalam tubuh tidak mencukupi, seseorang bisa mengalami intoleransi laktosa. Maka dari itu apabila Anda merasa termasuk intoleransi laktosa bisa menghindari produk olahan susu. Terdapat berbagai produk olahan susu yang bisa Anda hindari seperti susu dan es krim.
Fruktosa termasuk jenis FODMAP yang merupakan gula sederhana pada sayuran dan buah-buahan. Tidak hanya itu, fruktosa juga terdapat pada beberapa pemanis seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan madu.