
Dampak Baterai Laptop Overcharger – Baterai laptop overcharger adalah masalah yang umum terjadi. Baterai yang overcharger bisa menimbulkan dampak kurang baik pada laptop.
Namun hal ini seringkali tidak pengguna sadari, dan membiarkan laptop tersambung dengan charger cukup lama. Terlebih jika sedang asyik menonton film, bermain game, maupun mengerjakan tugas.
Baca juga: 6 Cara Cek Kondisi Kesehatan Laptop, Mudah dan Paling Akurat!
Pada dasarnya, saat baterai laptop sudah mencapai 100% perangkat akan otomatis memutuskan sambungan arus listrik. Sehingga aliran listrik dari pusat tidak memiliki pengaruh apa-apa lagi di baterai laptop.
Hal tersebut berkat sejumlah komponen internal yang turut mengontrol proses pengisian daya. Meski demikian, bukan berarti membiarkan laptop tersambung dengan charger cukup lama akan aman-aman saja. Karena jika terjadi terus menerus, aktivitasnya bisa menimbulkan dampak buruk seperti berikut ini.
Dampak baterai laptop overcharger yang pertama yakni memicu overheat. Kondisi ini bisa terjadi karena perangkat laptop zaman sekarang banyak menggunakan jenis baterai lithium ion. Meski memiliki tingkat ketahanan yang sangat mumpuni, baterai lithium ion ternyata sensitif terhadap energi panas.
Sehingga bukan hal aneh ketika Anda menyambungkan charger cukup lama, membuat suhu laptop ikut meningkat. Untuk menghindari hal-hal yang lebih berbahaya, sebaiknya segera putuskan sambungan charger ketika baterai sudah 100%.
Panas yang timbul akibat pengisian daya baterai terlalu lama, ternyata bisa berimbas pada masa pakainya. Pasalnya, suhu laptop yang mencapai 30 derajat Celcius berisiko merusak komponen baterai. Hal ini akan diawali dengan pengurangan masa pakai secara signifikan selama beberapa bulan saja.