
“Kader PKK juga melakukan sosialisasi tentang betapa pentingnya peran seorang suami bagi istri yang akan melahirkan. Kami juga meningkatkan peran Dasawisma agar aktif melakukan pembinaan kepada keluarga dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak yang ada di program PKK,” tuturnya.
PKK juga mendorong setiap desa/kelurahan menjadi Desa Siaga, salah satunya dengan meningkatkan peran masyarakat yang memiliki mobil agar bersedia dijadikan ambulans desa pada saat dibutuhkan, juga mendata anggota masyarakat desa yang bersedia mendonorkan darahnya pada saat dibutuhkan, serta melakukan pemasangan stiker P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) di Rumah Ibu Hamil.
Terkait dukungan PKK dalam menurunkan angka stunting di Bangka Belitu, Pj. Ketua TP PKK Babel Sri Utami juga menjelaskan beberapa langkah yang telah dilakukan seperti mengaktifkan dasa wisma dan posyandu, untuk melaksanakan kegiatan yang semuanya berujung terciptanya kesehatan masyarakat.
Selain itu, TP PKK juga melakukan penyuluhan di setiap posyandu dengan pendekatan kepada ibu hamil, ibu calon pengantin serta melakukan pendampingan kepada Ibu hamil, agar gizi selama mengandung selalu baik untuk janin dan ibu hamil. Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan juga anaknya selama ibu hamil dan memastikan gizi benar-benar tercukupi, sehingga ketika anak dilahirkan normal dan tidak stunting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan momen emas yang baik untuk pertumbuhan anak sampai 2 tahun.
“Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak dalam 1000 pertama kehidupan, kemudian juga kesehatan lingkungan, dan perilaku hidup bersih dan sehat, juga pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun,” terangnya.