Industri Kreatif di Masa Pandemi: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang

    Kemudian juga produk industri kreatif harus menggunakan bahan-bahan yang bisa diterima dunia internasional. Misalnya, tidak menggunakan bahan zat pewarna yang bisa merusak kulit. Setidaknya harus mengantongi izin dari BPOM. Untuk masuk ke dunia internasional juga ada serfitikasinya.

    “Saran saya marilah kita berkonsentrasi peluang dan potensi di Indonensia. Kita memiliki 200 juta penduduk, kita ambil dua persen atau 0,05 persen saja menjadi market menjanjikan,” ucapnya.

    Robert menyebut, dari hasil survei 2020, 98 persen pelaku industri kreatif terdampak COVID-19, 67 persen penurunan penjualan, 58 persen pembatalan projek. Tapi 8 persen malah penambahan omset.

    Ia memperhatikan kualitas dari pelaku industri kreatif di Tanah Air sebetulnya sudah sangat baik. Hanya saja harus dipertajam dari sisi creative preneur-nya di mana banyak talenta yang dimiliki oleh pelaku-pelaku kreatif Indonesia.

    “Pun juga di sisi lain, banyak pelaku kreatif sudah di taraf internasinal perlu mendapat dukungan teman-teman pers dan media. Semogadari dukungan media, pelaku kreatif bisa naik level di tingkat dunia,” tutupnya.

    #HumasHPN2021

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook