IKT: Jangan Adu Domba PT Timah dengan Masyarakat

    Foto: Ketua Umum IKT, Riki Febriansyah.

    INTRIK.ID, BABEL — Karyawan PT Timah meminta masyarakat untuk tidak mudah diadu domba terkait adanya rencana penambangan di Desa Batu Beriga, Bangka Tengah.

    Ketua Umum Ikatan Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah mengatakan PT Timah sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) sudah selayaknya bisa melaksanakan penambangan di konsesi perusahaan.

    “PT Timah sebagai pemilik IUP sudah memiliki legalitas, kami berharap nantinya ada komunikasi sinergis dengan semua pihak. Ini Penambangan yang dilakukan secara legal dan kami yakin dengan hadirnya penambangan ini masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” kata Riki.

    Pihaknya berharap, semua pihak bisa memahami hal ini untuk menghindari dinamika yang berkepanjangan. Ia juga berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan narasi yang bersifat adu domba.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Karyawan PT Timah itu ada 4000 lebih, ribuan tenaga outsourcing, belum keluarga dan tanggunggan yang juga masyarakat Bangka Belitung, ada juga masyarakat Bangka Tengah. Kita juga segera mengirim surat untuk menggelar audiensi dengan DPRD Babel,” katanya.

    Pihaknya juga mempertanyakan DPRD Babel dimana anggota yang terlibat dalam Pansus Penambangan Beriga justru berbicara tanpa berpijak dengan aturan yang ditetapkan seperti Perda Zonasi.

    “DPRD sebagai sebuah lembaga terhormat yang mempunyai fungsi utama sebagai legislasi, anggaran dan pengawasan dimana fungsi legislasi sebagai pembuat peraturan daerah,” terang Riki.

    Ia berharap semua pihak bisa saling menghormati, mendukung dan saling memberikan pemahaman tentang aturan- aturan yang berlaku.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kita minta semua pihak saling mendukung dan memberikan pemahaman bukan sebaliknya justru mengadu domba PT Timah dengan masyarakat,” tegasnya.

    Riki menyebutkan, karyawan PT Timah juga merupakan bagian masyarakat Bangka Belitung yang juga memiliki hak yang sama untuk didengarkan aspirasinya oleh para pemangku kepentingan.

    “Harusnya polemik yang terjadi bisa dikomunikasikan oleh seluruh pihak untuk mendaptkan jalan tengah, hal ini bisa disinergikan, dioptimalkan dan dikelola dengan baik. Karena penambangan timah juga bisa berdampingan dengan sektor lainnya baik nelayan maupun pariwisata,” tutupnya. (*)

     

     

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Hari Keempat Pencarian Kamaludin, Tim SAR Gabungan Perluas Area hingga 14 Km² di Bangka Barat

    Hari Keempat Pencarian Kamaludin, Tim SAR Gabungan Perluas Area hingga 14 Km² di Bangka Barat

    Pergi ke Kebun Tak Kunjung Pulang, Warga Desa Tugang Hilang Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian

    Pergi ke Kebun Tak Kunjung Pulang, Warga Desa Tugang Hilang Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian

    Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Dugaan Korupsi MBG Diusut

    Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Dugaan Korupsi MBG Diusut