Hanya Islam Solusi Kesehatan Lebih Baik Lagi

    Bella Novianti.

    Jaminan kesehatan dalam Islam itu memiliki empat sifat. Pertama, universal, dalam arti tidak ada pengkelasan, dan pembedaan dalam memberikan layanan kepada rakyat. Kedua, bebas biaya alias gratis. Rakyat tidak boleh dikenai biaya untuk mendapat pelayanan kesehatan. Ketiga, seluruh rakyat dapat mengaksesnya dengan mudah. Keempat, pelayanan mengikuti kebutuhan medis, bukan dibatasi oleh plafon.

    Paradigma ini bukan sekedar konsep, tapi sudah dilaksanakan oleh pemerintahan Islam beberapa abad yang lalu. Sebagai kepala negara, Nabi Muhammad SAW pernah menyediakan dokter gratis untuk mengobati ubay. Ketika Nabi mendapatkan hadiah dokter dari Muqauqis, Raja Mesir, beliau menjadikan dokter itu menjadi dokter umum bagi masyarakat. Begitu juga pada masa khalifah Umar bin al-khaththab ra. Menyediakan dokter gratis untuk mengobati Aslam.

    Begitu juga pada masa keemasan Islam. Bani ibn Thulun di Mesir memiliki masjid yang dilengkapi dengan tempat-tempat mencuci tangan, tempat-tempat menyimpan minuman, obat-obatan dan dilengkapi dengan ahli pengobatan (dokter) untuk memberikan pengobatan gratis. Kahlifah Bani Abbasiyah banyak mendirikan rumah sakit di bagdad, kairo, Damaskus dan mempopulerkan rumah sakit keliling.

    Negara melalui departemen terkait menyosialisasikan hidup sehat dan menciptakan lingkungan bersih dan asri serta membudayakan gaya hidup dengan cara membuat aturan-aturan yang menjamin kehalalan dan higienitas makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat serta bersihnya lingkungan dari polusi. Ini juga bagian dari paradigm Islam untuk mencegah timbulnya penyakit (preventif).

    Pelayanan kesehatan yang baik dan gratis didukung oleh sumber pendapatan negara yang banyak. Yang dipeoleh dari pengelolan seluruh sumber daya alam dan harta milik umum. Juga pendapatan dari sector lain. Seperti fai’, ghanimah, jizyah, ‘usyur, kharaj dan sebagainya.

    Pandangan Islam ini benar-benar menjadikan ide kesehatan steril dari segala unsur bisnis dan ekonomi. Bahkan, ia adalah satu-satunya kebutuhan hidup yang berdimensi spiritual yang begitu kuat karena berkedudukan sebagai sebaik-baiknya nikmat sesudah nikmat iman dan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Swt. saat yaumul akhir. Pada saat yang sama, dokter dan insan kesehatan berada di puncak kebaikan dan kemuliaan.

    Dalam Islam kekuasaan bersifat sentralisasi. Hal ini meniscayakan negara memiliki kewenangan yang memadai dan seimbang dengan tanggung jawabnya. Akibatnya, berbagai persoalan yang bersifat politik dapat diatasi secara cepat dan tepat.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook