Hampir 4 Tahun Lawan Kanker, Aswandi Tak Lagi Bisa Bekerja dan Istri Jadi Tulang Punggung

    INTRIK.ID, BABEL — Hampir empat tahun melawan kanker nasofaring membuat Aswandi (51), warga Kota Pangkalpinang, tak lagi mampu bekerja. Di saat kondisi kesehatannya terus menurun, kebutuhan kontrol rutin, obat-obatan hingga biaya transportasi justru tetap harus dipenuhi.

    Kondisi itu membuat beban keluarga semakin berat. Aswandi kini lebih banyak terbaring di rumah dan membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk makan dan minum.

    Sementara itu, istrinya, Rini (47), harus mengambil alih peran sebagai tulang punggung keluarga. Selain bekerja sebagai petugas kebersihan, Rini juga menjalani pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendampingi suaminya menjalani pengobatan.

    “Sudah hampir empat tahun suami saya sakit. Dulu sempat menjalani pengobatan dan perawatan di Jakarta selama setahun pada 2023 lalu hingga kondisinya membaik. Namun, penyakitnya kambuh lagi dan menjalar ke area rahang serta pipi,” ujar Rini.

    Menurut Rini, kondisi Aswandi saat ini semakin membatasi aktivitasnya. Kontrol ke rumah sakit harus dilakukan secara rutin setiap minggu, sementara kebutuhan pengobatan terus berjalan.

    Beban keluarga tidak hanya berasal dari biaya obat. Perjalanan menuju rumah sakit dan berbagai kebutuhan penunjang pengobatan juga menjadi pengeluaran yang harus dipikirkan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

    “Alhamdulillah ada perhatian dari PT Timah, bantuan ini sangat berharga bagi keluarga kami untuk membiayai operasional pengobatan, transportasi kontrol rutin, hingga pembelian obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.

    Bantuan biaya pengobatan dari PT Timah (Persero) Tbk tersebut menjadi salah satu penopang bagi keluarga Aswandi untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan.

    Bagi Rini, bantuan itu bukan sekadar persoalan biaya. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi kesehatan suaminya sekaligus mencari penghasilan untuk keluarga, perhatian tersebut turut memberi ruang bagi keluarganya untuk tetap menjalani pengobatan.

    Ia berharap kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan dan keterbatasan biaya dapat terus dilakukan.

    “Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah atas bantuan dan kemudahannya. Semoga PT Timah ke depannya semakin sukses dan bisa terus membantu warga yang sedang mengalami kesusahan,” tutup Rini.(*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    1.000 Bibit Kepiting Bakau Dilepas, Nelayan Kundur Mulai Rasakan Hasilnya

    1.000 Bibit Kepiting Bakau Dilepas, Nelayan Kundur Mulai Rasakan Hasilnya

    Enam Tahun Menahan Sakit, Jaimin Akhirnya Berangkat ke Palembang untuk Operasi

    Enam Tahun Menahan Sakit, Jaimin Akhirnya Berangkat ke Palembang untuk Operasi

    Kemarau Panjang, Sumur Warga Menyusut: PT Timah Salurkan 7 Ton Air Bersih ke Sungailiat

    Kemarau Panjang, Sumur Warga Menyusut: PT Timah Salurkan 7 Ton Air Bersih ke Sungailiat

      Ikuti kami di Facebook