
Menurut Rini, kondisi Aswandi saat ini semakin membatasi aktivitasnya. Kontrol ke rumah sakit harus dilakukan secara rutin setiap minggu, sementara kebutuhan pengobatan terus berjalan.
Beban keluarga tidak hanya berasal dari biaya obat. Perjalanan menuju rumah sakit dan berbagai kebutuhan penunjang pengobatan juga menjadi pengeluaran yang harus dipikirkan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
“Alhamdulillah ada perhatian dari PT Timah, bantuan ini sangat berharga bagi keluarga kami untuk membiayai operasional pengobatan, transportasi kontrol rutin, hingga pembelian obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.
Bantuan biaya pengobatan dari PT Timah (Persero) Tbk tersebut menjadi salah satu penopang bagi keluarga Aswandi untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan.