
INTRIK.ID, BANGKA — Hak asasi manusia (HAM) kerap dianggap sebagai konsep yang terpisah dari ajaran agama. Padahal, menghormati hak hidup, keadilan, pendidikan, hingga martabat sesama manusia merupakan nilai yang juga dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.
Pesan inilah yang dibawa Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Kepulauan Bangka Belitung saat menyambangi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Sungailiat, Sabtu (31/10/2026).
Melalui program FAHAMIN (Faedah Hak Asasi Manusia Internen), ratusan santri, ustaz, ustazah, dan pengurus pesantren diajak memahami HAM sekaligus pentingnya menghormati hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Babel, Syamsudin M., sebagai narasumber utama. Turut hadir Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Anis Ratna Ningsih, bersama jajaran staf.
Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Ustaz Sukaryadi, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman HAM penting ditanamkan sejak dini agar santri tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya sebagai bagian dari masyarakat.
Ia menilai nilai-nilai Islam dan HAM memiliki titik temu, terutama dalam menjunjung tinggi hak hidup, pendidikan, kebebasan beragama, keadilan, serta persamaan martabat manusia.