
Materi yang dibahas tidak hanya menyangkut pengertian dasar HAM, tetapi juga contoh penerapannya di lingkungan pesantren serta sikap yang perlu diambil ketika melihat hak orang lain dilanggar.
Keaktifan para santri mendapat apresiasi dari Syamsudin. Hadiah kecil diberikan kepada peserta yang berani menjawab sebagai bentuk dorongan untuk terus belajar dan memahami nilai-nilai kemanusiaan.
“Antusiasme adik-adik santri hari ini sungguh luar biasa. Ini membuktikan bahwa pesantren adalah mitra strategis kami dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini. Semoga ke depannya, kita bisa terus bersinergi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil KemenHAM Babel berharap kesadaran menghormati HAM tumbuh dari lingkungan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Sebab, menjaga hak asasi manusia bukan hanya tanggung jawab negara maupun aparat penegak hukum. Setiap individu juga memiliki peran, termasuk dengan tidak merendahkan, menindas, atau merampas hak sesama.
Di lingkungan pesantren, nilai tersebut dapat dimulai dari hal sederhana: saling menghormati, memperlakukan orang lain secara adil, dan memahami bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dijaga.