Guru PAUD Bateng Ikuti Penguatan Inklusivitas, Kreativitas dan Sportivitas

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Dinas Pendidikan Bangka Tengah (Dindik Bateng) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Inklusivitas, Kreativitas, dan Sportivitas bagi Tenaga Pendidik dan Kependidikan PAUD Tahun 2025 di Gedung Diklat BKPSDMD, Kamis (04/12/2025).

Kegiatan ini dibuka dengan pertunjukan drama oleh guru-guru PAUD Bangka Tengah yang mengangkat tema mengenai peran PAUD sebagai fondasi penting bagi perkembangan anak. Drama tersebut menggambarkan bahwa PAUD bukan hanya tempat bermain, melainkan wadah pembentukan karakter sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Pada kesempatan ini, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyampaikan apresiasinya kepada tenaga pendidik dan kependidikan PAUD di Bangka Tengah.

“Alhamdulillah, Bunda-bunda PAUD yang ada di Bangka Tengah hari ini hadir mengikuti penguatan inklusivitas, kreativitas, dan sportivitas. Ada materi dari Unmuh Babel serta narasumber dari Polres Bangka Tengah,” ujar Algafry.

Space Iklan/0853-1197-2121

Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menyamakan persepsi bersama para Bunda PAUD.

“Mereka memang tidak masuk dalam tatanan formal kita, tetapi tergabung dalam Himpaudi. Karena itu, kita ajak untuk menyelaraskan kegiatan pendidikan di PAUD,” terangnya.

Algafry menegaskan bahwa saat ini kewajiban belajar telah diperluas menjadi 13 tahun, dari sebelumnya 9 tahun, mencakup pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA sederajat.

“Ada hal-hal yang perlu kita tambahkan. Keberadaan Bunda-bunda PAUD ini perlu kita pikirkan,” tuturnya.

Space Iklan/0853-1197-2121

Senada dengan Bupati, Kapolres Bangka Tengah, AKBP I Gede Nyoman Bratasena, juga menekankan pentingnya memperhatikan tenaga pengajar dalam kebijakan wajib belajar 13 tahun.

“Memang harus kita pikirkan bagaimana lembaga yang menaungi para guru PAUD ini ke depannya,” ungkapnya.

Bunda PAUD Bangka Tengah, Eva Algafry, turut menyampaikan apresiasi kepada Polres Bateng atas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Polres Bangka Tengah dan PGRI Bangka Tengah terkait perlindungan hukum bagi guru yang dilakukan pada November lalu.

“Terima kasih Pak Kapolres. Ini MoU yang sangat luar biasa, karena memberikan perlindungan dan keamanan bagi guru, tenaga kependidikan, dan anggota PGRI. Semoga nantinya perlindungan hukum bagi tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang tergabung dalam Himpaudi juga dapat dirangkul serta dilindungi hak-haknya melalui undang-undang,” ujar Eva.

Ia juga berharap kebijakan di masa mendatang dapat mempertegas peran penting tenaga pendidik dan kependidikan PAUD.

“Saya ingin menekankan hal ini, bagaimana kita bisa terus berproses untuk menunggu adanya kesetaraan antara guru formal dan nonformal. Meskipun merupakan kebijakan pusat, kita berharap revisi UU Sisdiknas nantinya dapat memberikan pengakuan atas peran penting guru di tiga kelompok ini: Satuan PAUD Sejenis (SPS), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Penitipan Anak (TPA),” ungkapnya.

Tagged with:
guru paudPAUD
Mungkin Suka Ini juga:
Bentuk Syukur, DPC PPP Bangka Tengah Bagi-bagi Nasi dan Kue Kering

Bentuk Syukur, DPC PPP Bangka Tengah Bagi-bagi Nasi dan Kue Kering

Puluhan Anak Yatim Piatu dapat Bingkisan dari DPRD dan Wakil Bupati Bangka Tengah

Puluhan Anak Yatim Piatu dapat Bingkisan dari DPRD dan Wakil Bupati Bangka Tengah

Gelar Pendidikan Politik dan Buka Puasa Bersama, DPC PPP Bangka Tengah Diapresiasi Wakil Bupati dan Gubernur

Gelar Pendidikan Politik dan Buka Puasa Bersama, DPC PPP Bangka Tengah Diapresiasi Wakil Bupati dan Gubernur

Nek Syamsi Senang Dapat Sembako dari Wabup Bangka Tengah

Nek Syamsi Senang Dapat Sembako dari Wabup Bangka Tengah

Pemkab Bangka Tengah Siapkan Rp21,9 Miliar untuk THR, PPPK Paruh Waktu dan Pegawai PJLP Tidak Ada

Pemkab Bangka Tengah Siapkan Rp21,9 Miliar untuk THR, PPPK Paruh Waktu dan Pegawai PJLP Tidak Ada

Warga Jalan Soekarno Hatta Koba Keluhkan Barang Elektroniknya Sering Rusak

Warga Jalan Soekarno Hatta Koba Keluhkan Barang Elektroniknya Sering Rusak

    Ikuti kami di Facebook