
“Kita juga bingung kenapa hanya ponton milik kita saja yang diambil biji timahnya, sedang ponton milik oknum APH tidak diambil biji timahnya, ada apa ini ? tidak hanya itu kalau kita tidak jual dengan perusahaan tersebut akan diproses hukum,” kata Butun.
Menyambung pernyataan Butun, Warga Lingkungan Matras JW menyebutkan, kalau mereka bekerja di seputar limbah KIP.
“Kami bekerja diseputaran limbah KIP, bingung juga apakah limbah tersebut masuk IUP perusahaan tersebut? sosialisasi tidak pernah begitu masuk langsung ambil biji timah,selama ini kami tidak pernah ributkan soal perusahaan masuk bekerja, giliran masyarakat yang mengelola kok begini kejadiannya,” ungkapnya
Ditanya apakah Perusahaan lain pernah sosialisasi kepada masyarakat , sebelum berkerja ?