
Di sisi lain, Google juga memperluas fitur pembelajaran bahasa ke hampir 20 negara baru, seperti India, Jerman, Swedia, dan Taiwan. Melalui pembaruan ini, penutur bahasa Inggris dapat mempelajari bahasa Jerman, sementara penutur bahasa Mandarin sederhana, Bengali, Belanda, Hindi, Jerman, Italia, Rumania, dan Swedia dapat berlatih bahasa Inggris.
Google turut menambahkan metode latihan berbicara dengan sistem umpan balik yang lebih relevan dan personal. Fitur ini memberikan saran berdasarkan cara pengguna berlatih, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Selain itu, tersedia pula fitur pelacakan hari belajar beruntun yang memungkinkan pengguna memantau konsistensi dan perkembangan mereka dalam belajar bahasa.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, Google Translate real time kini semakin mendekati pengalaman aplikasi pembelajaran bahasa populer seperti Duolingo. Ke depan, Google berencana memperluas ketersediaan fitur terjemahan real-time ke sistem operasi iOS serta menjangkau lebih banyak negara, dengan target implementasi yang lebih luas pada tahun 2026.