
Para peserta yang terdiri dari warga LDII dan santri Pondok Pesantren Arroyan usia 17 tahun ke atas dan sudah memiliki hak pilih tersebut, juga diingatkan akan pentingnya mengawal proses tahapan Pemilu untuk memastikan keberlangsungan demokrasi yang jujur, adil, bermartabat, dan berintegritas.
“Kami berharap, jika bapak ibu menemukan adanya dugaan pelanggaran Pemilu untuk tidak segan melaporkan kepada Bawaslu, ini sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi,” imbuhnya.
Para peserta tampak antusias menyimak materi yang disampaikan oleh kedua narasumber.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Pangkalpinang, Ardian Tofani menyampaikan, bahwa Sosialisasi ini bukan hanya menjadi ajang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga sebagai komitmen LDII untuk berpartisipasi aktif membantu penyelenggara Pemilu dalam memastikan proses dan hasil Pemilu 2024 yang akan datang demokratis dan berkualitas.