
Sementara itu, Dirjen Ristek Dikti Nizam memberikan apresiasi atas kesiapan RSUD Dr.(H.C.) Ir. Soekarno untuk menjadi rumah sakit pendidikan. Dijelaskannya, rumah sakit pendidikan memang wajib ada untuk menunjang praktik para mahasiswa. Sebab, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga harus menjalani semi praktik kedokteran.
“Jadi, untuk pendirian fakultas kedokteran membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, termasuk kesediaan rumah sakit. Karena setiap mahasiswa harus mendapatkan pelatihan atau praktik menangani segala macam penyakit yang dialami dokter di rumah sakit. Bisa itu penyakit dalam, paru-paru, jantung dan sebagainya. Itu harus ada di rumah sakit pendidikan,” ujarnya.
Rektor UBB Ibrahim mengatakan bahwa kehadiran pihak Ditjen Dikti Ristek ini menjadi angin segar bagi Babel dalam mewujudkan mimpi berdirinya fakultas kedokteran pertama.