
Ia mengatakan anak muda Bangka Belitung masih menjadi kelompok yang paling berbahaya terpapar paham radikalisme.
“Berdasarkan survei yang menyasar masyarakat umum dan kelompok anak muda. Paling berbahaya itu kelompok anak SMA. Makanya sangat perlu diberikan imunisasi (edukasi-red),” ucap Sri.
Selain itu, dirinya juga meminta agar nantinya para peserta dapat memberikan edukasi, baik kepada sesama teman, keluarga dan masyarakat umum lainnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Syahbudin mendukung atas terselenggaranya kegiatan tersebut.