
“Ini emas pertama, tetapi saya yakin bukan yang terakhir. Farli menunjukkan mental juara di pertandingan final. Dia mampu tampil tenang meski menghadapi lawan yang berpengalaman,” kata Firmansyah.
Menurutnya, keberhasilan Farli diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi atlet Bangka Tengah lainnya yang masih akan bertanding hingga penutupan kejuaraan pada 21 Juni mendatang.
“Momentum ini harus dijaga. Kami masih memiliki banyak nomor yang dipertandingkan dan peluang untuk menambah medali masih terbuka,” ujarnya.
Sementara itu, Farli mengaku sempat berada di bawah tekanan setelah tertinggal satu poin pada set ketiga. Namun, ia berusaha tetap fokus dan berhasil membalikkan keadaan pada kesempatan terakhir.