
Menurutnya, keterbatasan akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Mobil pemadam kebakaran tidak dapat mencapai titik api sehingga petugas harus mendekati lokasi dan memadamkan api menggunakan peralatan secara manual.
“Mobil damkar tidak bisa ke titik api, kurang lebih 20 hektare yang sudah terbakar,” ujarnya.
Achmad menyebut kondisi medan di kawasan hutan Gunung Maras cukup berat. Hal tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan tenaga dan waktu lebih besar.
“Medan lokasi di hutan ini sangat berat. Kita kesulitan memadamkan api,” ungkapnya.