
“Dan ini harus menjadi bahan prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah, untuk mengikuti dan memperhatikan keinginan nelayan, agar Beriga dengan menjaga kearifan lokal nelayan setempat. PT. Timah harus mempunyai konsep penambangan yang modern, ada namanya rencana strategis penambangan, bagaimana mejaga Fhisingground nelayan tidak terganggu dengan konsep penambangan yang modern dan terukur,” tambah Ridwan.
Lanjut Ridwan berpendapat sebelum melakukan aktivitas penambangan , harus difikirkan juga lokasi Fhisingground nelayan sehingga pendapatan nelayan tidak terganggu.
“3- 5 tahun sebelum dilakukan penambangan harus mempersiapkan lokasi Fhisingground nelayan, lokasinya tidak jauh dari IUP timah sehingga penghasilan nelayan tidak terganggu dengan rencana penambangan.
Produk-produk hasil tangkapan nelayan Beriga adalah hasil produk-produk bernilai eksport. Semoga kedepan PT Timah mampu memberikan konsep penambangan strategis dan terbaik dan menjaga kearifan lokal nelayan di seluruh provinsi Bangka Belitung,” tutupnya.