Dinbudparpora Bentuk Lembaga Adat Melayu Bangka Tengah

* Fahmi Terpilih Sebagai Ketua

PANGKALAN BARU, INTRIK.ID – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) gelar Musyawarah Pembentukan Lembaga Adat Melayu (LAM) di Grand Vella Hotel, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Selasa (22/09/2020).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Bupati Bateng, Ibnu yang diwakili oleh staf ahli pemkab bateng, Pittor.

Baca juga: Nelayan Matras Resah Info KIP Akan Beroperasi Bulan Ini

Space Iklan/0853-1197-2121

Ia mengungkapkan rasa bangganya atas terbentuk LAM untuk bateng. Dengan adanya LAM tersebut diharapkan agar ketua terpilih bisa mengarahkan pengurus dalam menentukan adat istiadat yang perlu dikembangkan kembali.

“Dengan adanya lembaga adat ini kita akan membuat hasil daripada pengertian-pengertian dan pengalaman-pengalaman yang ada di Bangka Tengah untuk disepakati bersama. Menumbuhkan kembali budaya masyarakat yang santun dan berbudi pekerti yang baik,” ungkap Ibnu Saleh yang disampaikan Pittor.

Ia juga berpesan kepada ketua terpilih untuk memilih pengurus sesuai dengan keahliannya.

“Selamat kepada seluruh pemangku adat, kalau bisa buatlah pengurus yang memang ahli adat karena kami tetap memerlukan sumbangan pemikiran dan ilmunya tentang adat istiadat. Dengan demikian akan tercipta masyarakat adat yang sebaik-baiknya di Bangka Tengah,” tutupnya.

Space Iklan/0853-1197-2121

Sementara itu, Kepala Dinbudparpora Bateng, Zainal sekaligus panitia mengatakan bahwa acara ini bermaksud untuk melestarikan kebudayaan dan mengenalkan nilai-nilai kebudayaan bangsa dan budi pekerti kepada generasi muda, baik di daerah, kabupaten, provinsi maupun nasional.

“Tujuannya adalah terwujudnya masyarakat Bangka Tengah yang beradat, berkualitas, serta berguna untuk nusa dan bangsa. Juga untuk mengembangkan kebudayaan daerah Bangka Tengah guna mendorong kemajuan wisata,” jelasnya.

Perwakilan LAM Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Datuk Andi menyampaikan bahwa pembentukan LAM di daerah sangat penting untuk menjaga budaya daerah.

“Salah satu fungsi kita adalah filterisasi yakni menyaring pengaruh buruk budaya luar. Jika ada penyimpangan dari kacamata adat, maka kita semua bertanggung jawab untuk meluruskannya,” tegas Andi.

Acara yang mengusung slogan ‘Alung Mufakat daripada Besakat ape agik Bekarat’ dihadiri oleh seluruh tokoh adat, tokoh budaya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, penggiat dan pemerhati budaya se-Kabupaten Bangka Tengah, sejumlah 100 orang.

Dalam kegiatan tersebut, Fahmi terpilih sebagai Ketua LAM Selawang Segantang dari Kecamatan Koba.(*)

Mungkin Suka Ini juga:
Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Warga Desa Perlang

Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Warga Desa Perlang

DRPD Bangka Tengah Setuju Pembatasan Izin Ritel Modern

DRPD Bangka Tengah Setuju Pembatasan Izin Ritel Modern

Tak Ada Anggaran dan Raperda Belum Rampung, Pilkades Bangka Tengah Terancam Molor

Tak Ada Anggaran dan Raperda Belum Rampung, Pilkades Bangka Tengah Terancam Molor

HUT ke-23 Bangka Tengah, DPRD Ajak Pemuda Ambil Bagian

HUT ke-23 Bangka Tengah, DPRD Ajak Pemuda Ambil Bagian

DPRD Bangka Tengah Bahas Pembentukan LP hingga Lembaga Adat

DPRD Bangka Tengah Bahas Pembentukan LP hingga Lembaga Adat

Maski Bulan Ramadan, Rapat Paripurna DPRD Bangka Tengah Tetap Molor

Maski Bulan Ramadan, Rapat Paripurna DPRD Bangka Tengah Tetap Molor

    Ikuti kami di Facebook