
Wisuda ini merupakan puncak dari proses munaqosah tulis dan lisan yang sebelumnya diikuti sebanyak 2.187 santri dari delapan kecamatan di Kabupaten Bangka. Mereka berasal dari lembaga binaan LPPTKA BKPRMI yang tersebar di Kecamatan Merawang, Mendo Barat, Puding Besar, Bakam, Pemali, Sungailiat, Riau Silip, dan Belinyu.
Namun untuk prosesi wisuda kali ini, peserta yang hadir berasal dari lima kecamatan, yakni Sungailiat, Pemali, Puding Besar, Bakam, dan Riau Silip. Sementara tiga kecamatan lainnya telah lebih dulu melaksanakan wisuda mandiri.
Menurut Fahmi, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya bukan sekadar hafal atau bisa membaca, tetapi bagaimana para santri hidup bersama nilai-nilai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Thony Marza, yang hadir mewakili Bupati Bangka memberikan apresiasi terhadap konsistensi BKPRMI dalam membina generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.