
BABEL, INTRIK.ID – Edukasi investasi kini tidak lagi hanya menyasar mahasiswa atau kalangan pekerja. Di Bangka Belitung, pemahaman tentang pasar modal mulai diperkenalkan sejak bangku sekolah, bahkan melibatkan orang tua siswa sebagai bagian dari upaya membangun budaya investasi sejak dini.
Hal itu ditandai dengan peresmian enam Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesia (BEI) di wilayah Bangka Belitung yang berlangsung di Pangkalpinang, Jumat (19/6/2026).
Menariknya, masing-masing Galeri Investasi mengembangkan pendekatan berbeda untuk mengenalkan dunia investasi kepada masyarakat.
Di SMKN 1 Pangkalan Baru misalnya, edukasi pasar modal tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga menyasar pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Melalui program Sekolah Pasar Modal, para pemimpin muda sekolah diperkenalkan dengan konsep investasi dan pengelolaan keuangan sejak usia remaja.
Sementara itu, SMAN 1 Pangkalpinang mengintegrasikan edukasi pasar modal ke dalam pembelajaran ekonomi. Praktisi pasar modal hadir langsung sebagai narasumber sehingga siswa dapat mengenal investasi melalui proses belajar di kelas.
Tidak hanya siswa, para guru di sekolah tersebut juga telah mengikuti Program Guruku Investor Saham dan menjadi investor aktif.
Pendekatan berbeda dilakukan SMAN 1 Namang. Jika sebagian besar program edukasi menyasar pelajar, sekolah ini justru melibatkan para wali murid dalam kegiatan literasi investasi.
Konsep tersebut didasari keyakinan bahwa pemahaman investasi yang baik harus tumbuh dari lingkungan keluarga. Ketika orang tua memahami investasi yang aman dan legal, mereka dapat menjadi pendamping sekaligus pendorong bagi anak-anak dalam merencanakan masa depan keuangan.
Upaya memperluas literasi pasar modal juga menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini jarang tersentuh edukasi investasi.
Galeri Investasi Universitas Anak Bangsa bersama Bursa Efek Indonesia dan perusahaan sekuritas mitra pernah menggelar Sekolah Pasar Modal bagi ibu-ibu nelayan di Desa Tanjung Berikat. Program tersebut menjadi bukti bahwa investasi tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, tetapi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Divisi Pengembangan Pasar Bursa Efek Indonesia, Dedy Priadi, mengatakan keberadaan Galeri Investasi merupakan upaya mendekatkan pasar modal kepada masyarakat melalui pusat-pusat edukasi yang berada di lingkungan sekolah, kampus dan institusi pendidikan.
Peresmian enam Galeri Investasi baru ini menambah jumlah GI BEI di Bangka Belitung menjadi 25 unit. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperluas akses edukasi dan melahirkan generasi investor yang lebih teredukasi serta memahami pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Dengan jumlah investor pasar modal di Bangka Belitung yang telah mencapai 131.293 SID hingga Mei 2026, masuknya edukasi investasi ke ruang kelas dan lingkungan keluarga dinilai menjadi langkah penting untuk membangun budaya investasi yang sehat dan berkelanjutan di daerah. (*)