
Ketiga, minta dokumen yang menjadi dasar transaksi.
Jika seseorang mengaku memperoleh hak atas piutang melalui cessie, calon pembeli maupun pihak terkait perlu meminta dokumen yang dapat menunjukkan dasar pengalihan tersebut.
Keempat, pastikan kepada siapa pembayaran dilakukan.
Jangan menyerahkan uang kepada pihak yang tidak dapat menunjukkan dasar hukum dan kewenangan yang jelas.
Kelima, konsultasikan transaksi kepada profesional.
Untuk transaksi bernilai besar seperti rumah, biaya konsultasi kepada notaris atau advokat dapat menjadi langkah pencegahan yang jauh lebih murah dibandingkan menghadapi sengketa di kemudian hari.
Cessie bukanlah mekanisme yang sejak awal bermasalah. Sebagai instrumen pengalihan piutang, cessie memiliki fungsi dalam kegiatan ekonomi dan bisnis.
Namun, setiap mekanisme hukum harus berjalan dengan tetap memperhatikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Bagi masyarakat awam, istilah cessie mungkin terdengar sederhana. Tetapi ketika pengalihan piutang bersinggungan dengan rumah, jaminan dan transaksi bernilai besar, persoalannya dapat menjadi sangat kompleks.
Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya bertanya “berapa murah harga rumahnya?”
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:
“Siapa yang berhak menjualnya, apa dasar hukumnya, dan apakah status rumah tersebut benar-benar aman untuk dibeli?”
Di situlah pentingnya literasi hukum. Sebab harga murah bisa terlihat sebagai kesempatan, tetapi tanpa pemeriksaan yang benar, kesempatan tersebut justru dapat berubah menjadi awal sengketa.