
Ia menambahkan, jika memang nanti ditemukan maka langkah awal adalah menarik semua peredaran produk tersebut serta menelusuri dan melakukan pembinaan.
“Kalaupun nantinya ada, kita akan langsung tarik peredaran makanan atau minuman tersebut. Kita akan introgasi dan telusuri siapa yang membuatnya. Sudah ketemu kita lakuakn pembinaan. Ini skala rumahan, bisa saja orang yang menggunakan tidak tahu itu berbahaya, jadi tidak mungkin kita lakukan tindak pidana,” tambahnya.
Setelah menunggu beberapa saat, hasil 57 sampel makanan dan minuman yang diambil semuanya negatif zat berbahaya. Kepala BPOM mengatakan agar masyarakat bisa aman berbelanja karena semua makanan takjil yang dijual tidak mengandung 4 zat berbahaya yang diuji.
Laporan wartawan INTRIK.ID/Erwin