
Tedy menjelaskan ada 4 uji bahan makanan dan minuman takjil ini seperti boraks, formalin, pewarna tekstil merah dan kuning.
“Yang kami uji adalah ada tidaknya zat berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna tekstil merah dan juga kuning. Untuk wilayah Namang semuanya negatif dan sekarang kita akan uji di Koba,” tegasnya.
Sembari menunggu hasil pengujian keluar, Kepala Dinasa Kesehatan (Dinkes) Bangka Tengah M.Anas Maarif mengatakan untuk wilayah Bangka Tengah sampai saat ini belum pernah ditemukan makanan dengan yang berbahaya.
“Dari tahun ke tahun takjil yang dijual di Bangka Tengah belum ada temuan zat berbahaya. Dan saya yakin bahwa penjual di Bangka Tengah semuanya jujur,” jelasnya.