Scroll untuk baca artikel
Bangka TengahNasional

BPIP Nasional Ambil Alih Seleksi Capaska Babel, KNPI Bangka Tengah: Akan Timbul Masalah Batu

603
×

BPIP Nasional Ambil Alih Seleksi Capaska Babel, KNPI Bangka Tengah: Akan Timbul Masalah Batu

Sebarkan artikel ini
IMG 20230616 WA0002
Foto: Yandi saat melihat Paskibra Bangka Tengah. (Ist)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kritisi keputusan Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) Nasional untuk melakukan seleksi ulang Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Nasional perwakilan Babel.

Ketua KNPI Bangka Tengah, Sepriyandi mengatakan hal tersebut dapat menimbulkan masalah baru. Pasalnya, konflik yang terjadi saat ini hanya untuk Capaska putri saja sehingga tidak perlu harus menyeleksi ulang Capaska putra.

“Ini polemik yang terjadi jika kita melihat dari lokus kasusnya adalah terdapat calon paskibraka putri, mestinya polemik diselesaikan dibagian putri saja, bukan dilakukan penyeleksian ulang secara keseluruhan,” ungkapnya, Jumat (16/6/2023).

Ia menilai keputusan BPIP untuk melakukan penyeleksian ulang bagi seluruh Capaska perwakilan Babel bukan bagian dari solusi.

“Untuk Capaska putra itu kan tidak ada masalah dan tidak menimbulkan polemik, jika diseleksi ulang dan ternyata yang lolos nama-nama baru tentu ini akan menimbulkan masalah baru pula,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Yandi itu mengungkapkan Pemkab Bangka Tengah sudah merayakan suka cita atas terpilihnya Febri Arwan Syah sebagai Paskibraka nasional untuk mewakili Bangka Belitung.

“Bahkan pemerintah daerah memberikan apresiasi dengan merenovasi rumah orang tua Febri karena anaknya sudah mengukur prestasi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, hal itu sebagai bentuk apresiasi karena sudah berhasil mematahkan rekor Bangka Tengah yang belum pernah mengirimkan wakil ke tingkat nasional selama 20 tahun.

“ika ternyata hasil seleksi ulang Febri tidak lolos tentu tidak hanya membuat yang bersangkutan dan orang tuanya kecewa tetapi dapat melukai hati masyarakat Bangka Tengah,” tegasnya.

“Momen ini (Bangka Tengah memiliki perwakkkan ke nasional) cukup panjang, dan harapan itu terwujud melalui Febri. Maka saya kembali katakan seleksi ulang secara menyeluruh bukan solusi tetapi berpotensi memunculkan masalah baru,” tutup Yandi.