
INTRIK.ID, BANGKA — Seorang residivis, Usman alias Bujang Kalok berhasil mendapatkan emas dan uang jutaan rupiah setelah berpura-pura jadi dukun.
Pria 57 tahun itu bahkan sudah beraksi di tujuh Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda dimana sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia di wilayah Sungailiat, Merawang dan Mendo Barat.
Pelakj menggunakan berbagai cara memperdaya korban diantaranya berpura-pura sebagai tamu, menvaku memiliki kemampuan mengobati penyakit hingga meminta korban menyiapkan uang untuk keperluan ritual.
Salah satu korban di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Bangka kehilangan emas 130 mata, satu unit telepon genggam hingga uang tunai.
Sementara korban lainnya di Kecamatan Sungailiat kehilangan cincin emas, uang tunai lebih dari Rp1 juta dan barang pribadi lainnya setelah diminta menyimpan di bawah bantal.
Pelaku diamankan di kawasan Sambung Giri, Kecamatan Merawang, Bangka, Senin (16/2/2026) dini hari setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat serta petunjuk rekaman CCTV.
Kasatreskrim Polres Bangka, AKP Mauldi Waspadani mengatakan pelaku sudah mengakui semua perbuatannya.
“Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah mengakui melakukan pencurian disejumlah lokasi dengan modus membujuk dan mengelabui korban,” ujarnya.
Pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Scoopy, perhiasan emas, helm, telepon genggam, nota pembelian emas, serta dompet milik korban.
Mauldi mengatakan saat ini pelaku diamankan di Mapolres Bangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihaknya juga masih melakukan pengembangan kasus untjk mengungkap kemungkinan adanya TKP lain dan memburu rekan pelaku.
“Pelaku ini residivis kasus pencurian. Kami masih melakukan pengembangan dan pengejaran pelaku lainnya,” tegasnya.
Ia menghimbau masyarakat khususnya warga lanjut usia agar meningkatkan kewaspadaan terhadap orang tak dikenal yang datang ke rumah dengan berbagai modus.
“Kami himbau masyarakat segera nelapor ke pihak kepolisian apabila menemukan orang mencurigakan,” ujar Mauldi.