
“Manfaatnya dengan menjadi kota kreatif ini tentu meningkatkan pariwisata, pembangunan infrastruktur, identitas dan citra positif yang membanggakan daerah. Inovasi dan kualitas hidup. Kemajuan teknologi, kreativitas, pembentukan komunitas kreatif, keberlanjutan lingkungan serta pengembangan hubungan internasional,” jelas Susi.
Menjadi kota kreatif, Susi berujar, akan memperkuat jaringan ke Unesco (organisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan) dan mendorong keterlibatan internasional dalam sektor-sektor kreatif.
Dalam ekonomi kreatif terdapat 17 sub sektor dan di Pangkalpinang sub sektor terbanyak yaitu kuliner. Selain menjadi kota kreatif, bidang ekraf juga telah membuktikan prestasinya meskipun baru berdiri pada 19 Juni 2020 di kancah nasional dengan masuk 10 besar inovasi aplikasi PPD, Dayang Kota Pangkalpinang mewakili Provinsi Babel dan juara 1 Duta Pariwisata Indonesia.
“Saya mengucap terima kasih sekali lagi kepada pak wali kota, sekda, kepala Bappeda dan jajaran, kepala Dispar, dan pihak-pihak yang telah terlibat serta membantu menjadikan Pangkalpinang sebagai kota kreatif,” tutupnya. (*)