
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Panitia seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pangkalpinang memberlakukan kebijakan diskresi khusus terkait standar tinggi badan bagi para calon peserta tahun 2026. Langkah ini diambil guna memastikan keterwakilan putra-putri daerah tetap tinggi di tengah ketatnya persaingan administrasi.
Kepala Kesbangpol Pangkalpinang, Donal Tampubolon, mengungkapkan bahwa dari total 200 lebih pendaftar, banyak peserta yang sempat gugur ditahap seleksi administrasi akibat tidak memenuhi standar tinggi badan nasional.
”Standar nasional sebenarnya untuk putri itu 165 cm dan putra 170 cm. Namun, kami diberikan diskresi oleh BPIP Pusat untuk menurunkan standar tersebut sebanyak 3 cm,” ujar Donal saat memantau jalannya tes seleksi, (Selasa (7/4/2026).
Dengan kebijakan ini, standar tinggi badan untuk tingkat kota di Pangkalpinang disesuaikan menjadi 162 cm untuk putri dan 167 cm untuk putra. Donal menjelaskan, jika tetap memaksakan standar nasional, jumlah peserta yang lolos akan sangat minim, terutama pada kategori putri.
Meski ada pelonggaran di tingkat kota, Donal mengingatkan bahwa aturan di tingkat provinsi dan nasional tetap berlaku ketat pada angka 165 cm dan 170 cm.
”Nanti dari 154 peserta yang tersisa, akan diambil 34 orang terbaik. Dari jumlah itu, kita akan kirim 10 orang (5 putra, 5 putri) untuk seleksi tingkat provinsi. Jika di antara mereka tidak ada yang memenuhi standar tinggi badan nasional, maka tidak akan kami paksakan kirim karena otomatis akan gugur di sana,” tegasnya.
Ia mengatakan proses seleksi tahun ini dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan tim penguji lintas instansi, mulai dari TNI dan Polri (SPN, Polres, Kodim), Dinas Kesehatan, Tim Psikologi dari Universitas Bangka Belitung (UBB), Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Kesbangpol.
Menanggapi penurunan jumlah peserta dalam dua tahun terakhir, Donal berharap pihak sekolah lebih aktif memberikan dukungan kepada siswa. Ia menyadari bahwa kesibukan pola pendidikan saat ini seringkali membuat siswa takut tertinggal pelajaran jika mengikuti kegiatan Paskibraka.
”Kami dari Kesbangpol menjamin bahwa pola pembinaan tidak akan mengganggu jam sekolah. Kami selalu berkoordinasi dengan sekolah agar kegiatan ini selaras dengan pendidikan formal mereka,” tutup Donal.